NAMA : AULYA
NURUL MAGFIRAH
KELAS : D.IV/1B
NIM :
PO714221181057
ALAT-ALAT PENGUKURAN TANAH
A.
WATERPASS
Waterpass adalah alat yang
digunakan untuk mengukur atau menentukan sebuah benda atau garis dalam posisi
rata baik pengukuran secara vertikal maupun horizontal. Adapun fungsi waterpass
antara lain; kepentingan proyek-proyek yang
berhubungan dengan pekerjaan tanah.
1. Nivo Kotak merupakan bagian waterpass yang dipakai untuk
mengetahui tingkat kedataran pesawat.
2. Cermin membantu mempermudah pembacaan hasil pengukuran
nivo kotak.
3. Visier juga membantu proses pembidikan suatu objek secara
kasar sehingga berlangsung lebih cepat.
4. Lensa
Pembacaan Sudut Horisontal memiliki
peranan untuk memperjelas bacaan sudut horisontal dengan membesarkannya.
5. Lensa Okuler mempunyai kegunaan untuk mengamati objek yang
dibidik.
6. Lensa Objektif adalah bagian yang berfungsi menerima objek yang
dibidik.
7. Pelindung
Lensa Objektif bermanfaat
untuk melindungi lensa objektif dari pancaran sinar matahari langsung.
8. Sekrup A, B, C ialah komponen waterpass yang bertugas untuk
mengatur tingkat kedataran suatu pesawat pada sumbu I vertikal.
9. Sekrup Pengatur Fokus Teropong berperan untuk mengatur derajat kejelasan objek
yang dibidik.
10. Sekrup
Pengatur Sudut berguna untuk
mengatur landasan sudut datar.
11.
Sekrup Okuler
Pengamat Ketajaman Diafragma berfungsi
untuk mengatur tingkat ketajaman benang diafragma atau benang silang.
12. Sekrup
Penggerak Halus Aldehide Horisontal berperan untuk menggerakan pesawat arah horisontal
supaya kedudukan benang tepat pada objek yang dibidik.
13. Klem Aldehide
Horisontal merupakan bagian yang bertugas untuk
mengunci perputaran pesawat arah horisontal.
14.
Teropong berguna untuk memperjelas objek yang dibidik.
15.
Plat Dasar memiliki fungsi sebagai landasan dudukan pesawat.
Ø CARA PENGGUNAAN
Caranya dengan menempatkan permukaan alat ke bidang permukaan
yang di cek. Untuk mengecek kedataran maka dapat diperhatikan gelembung cairan
pada alat pengukur yang ada bagian tengah alat waterpass. Sedangkan untuk
mengecek ketegakan maka bisa dilihat gelembung pada bagian ujung waterpass.
Guna memastikan apakah bidang benar benar rata maka gelembung harus tepat
berada ditengah alat yang ada.
B. TRIPOD/STATIF
Tripod merupakan alat yang digunakan
sebagai dudukan theodolite atau waterpass.
Ø CARA PENGGUNAAN
Buka tali pengikat statif atau tripod dan pasangkan
sedemikian rupa sehingga ketiga kakinya terbuka (untuk berdiri dengan baik).
Pemasangan atau penyetelan statif atau tripod harus sesuai dengan tinggi orang
yang membidik / mengukur, jangan terlalu tinggi atupun terlalu rendah.
C. THEODOLIT
Theodolit adalah salah satu alat ukur
tanah yang digunakan untuk menentukan tinggi tanah dengan sudut mendatar dan
sudut tegak. Adapun fungsinya antara lain;
1. Mengukur sudut ketinggian tanah
2. Menentukan sudut siku-siku
pada pekerjaan pondasi rumah
3. Mengukur ketinggian suatu bangunan
gedung bertingkat
4. Mengamati sudut arah lintas
matahari
5. Mengukur polygon pada penghitungan
rumus bangunan
6. Membuat pemetaan situasi yang
mendetail
Ø
CARA PENGGUNAAN
1.Kendurkan
sekrup pengunci perpanjangan
2.Tinggikan setinggi dada
3.Kencangkan sekrup pengunci perpanjangan
4.Buat kaki statif berbentuk segitiga sama sisi
5.Kuatkan (injak) pedal kaki statif
6.Atur kembali ketinggian statif sehingga tribar plat mendatar
7.Letakkan theodolite di tribar plat
8.Kencangkan sekrup pengunci centering ke theodolite
9.Atur (levelkan) nivo kotak sehingga sumbu kesatu benar-benar tegak / vertical dengan menggerakkan secara beraturan sekrup pendatar / kiap di tiga sisi alat ukur tersebut.
10.Atur (levelkan) nivo tabung sehingga sumbu kedua benar-benar mendatar dengan menggerakkan secara beraturan sekrup pendatar / kiap di tiga sisi alat ukur tersebut.
11.Posisikan theodolite dengan mengendurkan sekrup pengunci centering kemudian geser kekiri atau kekanan sehingga tepat pada tengah-tengah titi ikat (BM), dilihat dari centering optic.
12.Lakukan pengujian kedudukan garis bidik dengan bantuan tanda T pada dinding.
13.Periksa kembali ketepatan nilai index pada system skala lingkaran dengan melakukan pembacaan sudut biasa dan sudut luar biasa untuk mengetahui nilai kesalaha index tersebut
2.Tinggikan setinggi dada
3.Kencangkan sekrup pengunci perpanjangan
4.Buat kaki statif berbentuk segitiga sama sisi
5.Kuatkan (injak) pedal kaki statif
6.Atur kembali ketinggian statif sehingga tribar plat mendatar
7.Letakkan theodolite di tribar plat
8.Kencangkan sekrup pengunci centering ke theodolite
9.Atur (levelkan) nivo kotak sehingga sumbu kesatu benar-benar tegak / vertical dengan menggerakkan secara beraturan sekrup pendatar / kiap di tiga sisi alat ukur tersebut.
10.Atur (levelkan) nivo tabung sehingga sumbu kedua benar-benar mendatar dengan menggerakkan secara beraturan sekrup pendatar / kiap di tiga sisi alat ukur tersebut.
11.Posisikan theodolite dengan mengendurkan sekrup pengunci centering kemudian geser kekiri atau kekanan sehingga tepat pada tengah-tengah titi ikat (BM), dilihat dari centering optic.
12.Lakukan pengujian kedudukan garis bidik dengan bantuan tanda T pada dinding.
13.Periksa kembali ketepatan nilai index pada system skala lingkaran dengan melakukan pembacaan sudut biasa dan sudut luar biasa untuk mengetahui nilai kesalaha index tersebut
D. BAK BACA/RAMBUT UKUR
Rambu ukur adalah alat yang terbuat dari
kayu atau campuran alumunium yang diberi skala pembacaan. Alat ini berbentuk
mistar ukur yang besar, mistar ini mempunyai panjang 3, 4 bahkan ada yang 5
meter. Skala rambu ini dibuat dalam cm, tiap-tiap blok merah, putih atau hitam
menyatakan 1 cm, setiap 5 blok tersebut berbentuk huruf E yang menyatakan 5 cm,
tiap 2 buah E menyatakan 1 dm.
Adapun fungsinya
adalah mempermudah/membantu
mengukur beda tinggi antara garis bidik dengan permukaan tanah.
Ø CARA PENGGUNAAN
1. Atur ketinggian rambu ukur dengan menarik batangnya
sesuai dengan kebutuhan, kemudian kunci.
2. Letakkan dasar rambu ukur tepat diatas tengah-tengah
patok (titik) yang akan dibidik.
3. Usahakan rambu ukur tersebut tidak miring/condong (depan,
belakang, kiri dan kanan), karena bisa mempengaruhi hasil pembacaan



